
Gugus 3 Kecamatan Pattallassang Perkuat Literasi dan Numerasi, Bimtek Bahas Rapor Pendidikan hingga TKA **
Takalar — Sabtu. 19 September 2026.: Semangat meningkatkan mutu pendidikan terus digaungkan oleh satuan pendidikan yang tergabung dalam Gugus 3 Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi yang dilaksanakan di UPT SD Negeri 150 Inpres Tamalalang Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini diikuti oleh enam sekolah dalam Gugus 3 Kecamatan Pattallassang dan dibiayai melalui BOS Kinerja Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat pemahaman terhadap literasi dan numerasi, serta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di sekolah.
Bimtek dipimpin oleh Ibu Hj. Nurmin, S.Pd.I., M.Pd. yang memberikan materi dan pendampingan secara sistematis kepada para peserta. Dengan pengalaman dan pemahaman yang dimiliki, beliau mengajak peserta untuk tidak hanya memahami konsep literasi dan numerasi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pembelajaran sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi penting yang sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini.
Materi pertama adalah melakukan analisis Rapor Pendidikan dengan melihat delta capaian literasi dan numerasi. Para peserta diajak untuk membaca data secara lebih cermat, melihat perubahan capaian yang terjadi, kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan.
Analisis Rapor Pendidikan menjadi bagian penting karena sekolah tidak cukup hanya mengetahui hasil yang diperoleh, tetapi juga perlu memahami perkembangan dan faktor yang memengaruhinya. Dengan demikian, program peningkatan mutu dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata sekolah.
Materi kedua membahas tentang miskonsepsi literasi dan numerasi. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman bahwa literasi dan numerasi memiliki cakupan yang luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis, sedangkan numerasi tidak sebatas kemampuan melakukan operasi hitung.
Keduanya harus hadir dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Peserta didik perlu dibiasakan memahami informasi, mengolah data, berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan berdasarkan informasi, serta menggunakan kemampuan numerasi dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, peserta juga mendapatkan materi mengenai penguasaan literasi dan numerasi yang meliputi lingkungan fisik, sosial-afektif, dan akademik.
Lingkungan fisik sekolah yang nyaman dan kaya akan sumber belajar dapat mendorong minat peserta didik untuk belajar. Sementara lingkungan sosial-afektif yang positif dapat menciptakan rasa aman, nyaman, percaya diri, dan saling menghargai antara guru dan peserta didik. Sedangkan lingkungan akademik menjadi ruang utama untuk memastikan proses pembelajaran benar-benar memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik.
Ketiga aspek tersebut diharapkan dapat berjalan secara beriringan sehingga tercipta ekosistem sekolah yang mendukung peningkatan kemampuan literasi dan numerasi secara berkelanjutan.
Materi berikutnya adalah melakukan analisis TKA (Tes Kemampuan Akademik). Peserta diarahkan untuk memahami hasil TKA dan menjadikannya sebagai salah satu bahan refleksi dalam melihat kemampuan akademik peserta didik.
Analisis tersebut diharapkan dapat membantu guru mengidentifikasi kemampuan yang sudah baik maupun aspek yang masih membutuhkan penguatan. Dengan demikian, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Tidak kalah penting, kegiatan Bimtek juga diisi dengan materi penyusunan RPP. Peserta diberikan kesempatan untuk mengembangkan perencanaan pembelajaran yang dapat mengintegrasikan literasi dan numerasi secara nyata.
Penyusunan perencanaan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi, tetapi juga bagaimana peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, kontekstual, dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir.
Ibu Dra. Siswaty M., Kepala UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, turut aktif mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan dalam dunia pendidikan.
Menurut Ibu Dra. Siswaty M., kegiatan Bimtek Literasi dan Numerasi tersebut sangat bermanfaat, terutama dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana sekolah dapat memanfaatkan data Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan pembelajaran.
Bagi beliau, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kepala sekolah dan guru perlu terus belajar, melakukan refleksi, berdiskusi, serta berbagi praktik baik agar program yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak positif kepada peserta didik.
Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antarsekolah dalam Gugus 3 Kecamatan Pattallassang. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk saling bertukar pikiran mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di sekolah masing-masing, sekaligus mencari solusi bersama.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan hasil Bimtek tidak hanya berhenti di ruang kegiatan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diteruskan kepada rekan-rekan guru di sekolah masing-masing dan diterapkan dalam proses pembelajaran.
Semangat kolaborasi inilah yang menjadi salah satu kekuatan Gugus 3 Kecamatan Pattallassang. Sekolah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bergerak bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan Bimtek ini, para peserta diharapkan semakin mampu menganalisis data, mengenali kebutuhan peserta didik, menyusun perencanaan pembelajaran, serta menghadirkan pembelajaran yang menguatkan literasi dan numerasi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan guru yang mau terus belajar dan kepala sekolah yang mampu mendorong budaya belajar di lingkungan satuannya.
Gugus 3 Kecamatan Pattallassang terus bergerak, terus belajar, dan terus berkolaborasi. Dari guru yang terus meningkatkan kompetensinya, lahir pembelajaran yang berkualitas, dan dari pembelajaran yang berkualitas lahir generasi yang literat, numerat, kritis, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.